Penjaminan mutu dilakukan lewat dua jalur, intern dan ekstern. Sistem penjaminan mutu secara intern ditempuh melalui penetapan kompetensi lulusan, kurikulum, tugas akhir, staf pengajar, sarana dan prasarana, pelayanan administrasi, laboratorium, perpustakaan, yang saling bersinergi. Penjaminan mutu secara ekstern dilakukan dengan cara menghimpun masukan para pakar, stakeholders, melibatkan masyarakat dalam berkarya, serta memberikan penilaian terhadap kiprah alumni.

Internal

  1. Penyelenggaraan Pendidikan ditujukan untuk menghasilkan dua kompetensi yaitu Mujtahid ahli syari’ah dan Guru kontekstual yang berbasis lingkungan.. Mujtahid ahli syari’ah adalah lulusan jurusan Syari’ah yang mampu membaca dan memahami kitab-kitab kuning (klasik), memiliki kemampuan menentukan hukum, memahami ilmu falak, hisab/rukyat dan ekonomi syari’ah serta bermanfaat bagi masyarakat dan perkembangan kehidupan keagamaan. Guru kontekstual yang berbasis lingkungan  adalah lulusan jurusan Tarbiyah yang memiliki kemampuan tidak hanya sebagai guru tetapi juga sebagai konseptor pendidikan berbasis lingkungan yang bercirikan keahlian Multiple Intelegent yang dikembangkan dari teori Howard Garnered, yakni :
  • Discipline Mind ( keahlian memahami disiplin ilmu tarbiyah ).
  • Synthetic Mind ( keahlian mengsintesa berbagai disiplin ilmu dalam sebuah kesimpulan dan paradigma baru ).
  • Colaboratif Mind ( keahlian mengkolaborasi berbagai perbedaan).
  • Spectif Mind (keahlian dan kesadaran sebagai individu yang mengembangkan toleransi ).
  • Ethical Mind ( Ahli etika).

 

  1. Usaha penjaminan mutu seperti tersebut di atas dilakukan lewat cara sebagai berikut.
    • Rekruitmen Mahasiswa dilakukan dengan mempertimbangkan keunggulan potensi dan kompetensi bidang yang sesuai minat pilihannya melalui seleksi atas dasar kualitas dan kuantitas karya, dan proyeksi keinginan setelah lulus.
    • Kurikulum didesain dengan mempertimbangkan dimensi multikultural dan multidisiplin agar memiliki sifat terbuka dan dinamis.
    • Proses pembelajaran dan administrasi pendidikan dikelola secara efektif dan efisien dengan mempertimbangkan kualifikasi, prestasi, dan reputasi dosen, serta didukung oleh staf administrasi yang profesional. Perpustakaan dikelola oleh pustakawan yang berkualifikasi pendidikan Sarjana Perpustakaan.
    • Sistem evaluasi dilaksanakan dengan cara memberi tugas-tugas penulisan, tugas-tugas lapangan, presentasi, dan ujian-ujian.
    • Rekruitmen dosen dilakukan dengan mempertimbangkan kepakaran bidang, prestasi, dan reputasi.
    • Tugas akhir didesain dengan mempertimbangkan aspek estetis, kreatif, dan asas manfaat bagi masyarakat.
    • Pendayagunaan sumber daya pendidikan dilakukan pemerintah, masyarakat, dan atau keluarga peserta didik.
  2. Biaya penyelenggara kegiatan pendidikan yang ditunjang oleh pemerintah, swasta dan masyarakat.
  3. Pengadaan dan pengayaan sumber belajar melalui buku-buku pokok penunjang penyelennggaraan pendidikan dibantu oleh pemerintah, swasta dan masyarakat.
  4. Mengsinergikan sumber daya penyelenggara pendidikan dengan pemerintah, swasta dan masyarakat.
  5. Tenaga kependidikan bertugas menyelenggarakan kegiatan mengajar, meliputi mengembangkan, mengelola dan atau memberikan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan yang meliputi ;
    • Tenaga pendidik yang profesional dengan kualitas pendidikan S1, S2, dan S3.
    • Tenaga teknis yang mempunyai skill dan keahlian, meliputi pustakawan, tenaga pengajar komputer dan pengarsipan.
    • Tenaga ahli riset atau peneliti
    • Peningkatan kualitas tenaga pendidik dengan melalui proses diklat, PEKERTI, seminar, lokakarya dan simposium.
  6. Pendidikan nasional bersifat terbuka dan memberikan keleluasaan gerak kepada peserta didik
  • mendapat perlakukan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya.
  • Mengembangkan kemampuan diri untuk memperoleh pengetahuan tingkat pendidikan tertentu.
  • Bantuan fasilitas belajar, beasiswa atau bantuan lain sesuai dengan kualifikasi yang telah ditentukan
  • Mendapat penilaian hasil belajar.

 

 

 Eksternal

  1. Secara eksternal upaya penjaminan mutu dilakukan lewat berbagai cara sebagai berikut.
    • Memberi kesempatan dan peluang terjadinya interaksi antara masyarakat kampus dengan masyarakat luas dalam berbagai kegiatan terutama kegiatan keagamaan.
    • Melibatkan masyarakat dalam menilai sebagian tugas mahasiswa.
    • Memperhatikan masukan dari masyarakat yang berupa kritik dan komentar baik yang disampaikan secara langsung maupun lewat media massa.
  2. Dengan cara-cara yang demikian mutu pendidikan Sekolah Tinggi Bhakti Persada dapat terjaga secara baik dan memberi dampak positif sebagai berikut.
  • Karya-karya mahasiswa dan dosen cukup memberi stimulan terhadap pendikan islam dan kebijakan pengembangan kehidupan keagamaan.
  • Banyaknya tawaran dari masyarakat untuk menjalin kerjasama kemitraan dalam bidang pendidikan dan keagamaan.
  • Kepercayaan masyarakat, lembaga, dan perguruan tinggi dari berbagai bidang ilmu dan wilayah untuk memilih studi di STAI Bhakti Persada Bandung.
  • Kepercayaan para pakar berbagai disiplin untuk menyumbangkan pikiran dan tenaga sebagai dosen.

Leave a Comment